Becak Roda Dua

Bahas Roda Dua, Bukan Roda Yang Lain

Mengenal Lebih Jauh Tentang Danger Prediction & Bahaya nya Bagi Para Pengendara

Mas bro…

Semoga semua dalam keadaan sehat dimasa pandemi seperti sekarang ini ya. Kali ini admin pengen bahas sedikit tentang sebuah istilah atau kata – kata yang mungkin pernah kita dengar saat berkendara,tapi kita belum ngeh untuk mengerti maksutnya apa. Apa itu ?

Danger Prediction sebuah kata atau kalimat yang mungkin pernah kita dengar tapi terkadang kita kurang memahami maksutnya seperti apa. Nah kali ini admin beruntung banget bisa ikutan kegiatan yang diadakan sama PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Motor) dalam event BloggerVlogger #Cari_Aman.

Nah kali ini, yang akan admin bahas adalah tentang danger prediction. Apa itu? Danger Prediction adalah bagaimana cara kita mempelajari kondisi saat berada di situasi tertentu. Perlu berpikir apa saja kemungkinan terburuk jika berada dalam posisi, misalnya jalan berbelok, menghadapi mobil berhenti, dan lainnya.

Dimana biasanya korban dari danger prediction ini biasanya berada di usia 14-39 tahun, dimana terkadang kurang memahami betul apa itu tentang danger prediction.

persentase-korban-kecelakaan

Nah, selain itu disaat berkendara dan dihadapkan dengan danger prediction, anggota tubuh kita dituntut untuk dapat merespon dengan cepat diantaranya dengan melakukan identifikasi (melakukan identifikasi apa yang terjadi di depan nya) – Keputusan (melakukan keputusan apa yang harus diambil dengan cepat ketika dihadapkan dengan situasi danger prediction) – Reaksi (melakukan reaksi / refleks ketika kita mengalami danger prediction secara cepat & tepat).

prediksi-reaksi

Nah, yang cukup mengejutkan ternyata di tahun 2019 terdapat sekitar 107.500 kejadian kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan lalai atau kurang sadarnya para pengendara di jalan.

angka-kecelakaan-2019

Lalu apa saja yang menyebabkan sampai bisa terjadi danger prediction?

Blind Spot : Yaitu bagian dari sekeliling kita yang tidak bisa kelihatan pada saat mengemudikan kendaraan, karena beberapa alasan seperti jangkauan pandangan yang terbatas cermin, terhalang oleh muatan yang dibawa.

Nah,ternyata bahaya dalam berkendara pun juga dibagi lagi menjadi beberapa kategori yang perlu kita ketahui lho, diantaranya seperti gambar dibawah ini šŸ˜€

tingkatan-bahaya-berkendara

simulasi-area-blind-spot

Nah, sebetulnya berapa sih batas kecepatan maksimal berkendara di jalan raya atauĀ di dalam kota? Mari kita simak :

Berikut ikhtisar Permenhub 111/2015:

Penetapan batas kecepatan ditetapkan nasional dan dinyatakan dengan rambu lalu-lintas:

  1. Paling rendah 60 (enam puluh) km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus) km/jam untuk jalan bebas hambatan;
  2. Paling tinggi 80 (delapan puluh) km/jam untuk jalan antarkota;
  3. Paling tinggi 50 (lima puluh) km/jam untuk kawasan perkotaan; dan
  4. Paling tinggi 30 (tiga puluh) km/jam untuk kawasan permukiman.

gambar-kecepatan-maksimal-berkendara

Lalu apa akibatnya jika kita berkendara melebihi batas maksimal yang sudah di terapkan tersebut? jawaban simpelnya adalahĀ fokus mata kita dalam berkendara akan semakin berkurangĀ . Kok bisa? nah, yuk mari dilihat gambar dibawah ini biar lebih gampang memahami nya mas bro…

Gambar diatas menunjukkan bahwa ketika kita berkendara dengan kecepatan berkendara 40 km/h, maka sudut pandang kita bisa mencapai 100Ā° dimana kita masih bisa mengamati serta fokus terhadap kondisi di sekeliling kita. Begitu juga ketika kita semakin kencang atau ngebut karena terburu – buru atau mungkin lagi kebelet, otomatis jangkauan mata kita pun akan semakin berkurang sehingga mengurangi fokus mata saat berkendara hinga mungkin akan menyebabkan kecelakaan atau danger prediction seperti yang sebelumnya sudah admin tulis di artikel sebelumnya.

ketajaman-visual-mata

Nah, yang fakta berikutnya adalah ternyata mata kita mampu mengadaptasi dengan keadaan sekitar terutama di malam hari seperti pada gambar dibawah. Dimana ketika berada dalam posisi gelap menuju ke posisi terang, maka mata hanya membutuhkan beberapa detik untuk melakukan adaptasi. Amazing bukan?

Ketika kita berkendara di malam hari, hal yang paling menyebalkan adalah ketika kita berpapasan dengan kendaraan yang berada di jalur berbeda (2 arah) dan tiba – tiba adaĀ  yang menyalakan High beam atau lampu jauh (dim) apalagi kalau ngga berakhlak (kadang sampai 2-3x nyalain).

Nah ternyata ini juga bisa mengganggu penglihatan kita saat berkendara, dimana mata kita tetap membutuhkan antara 3-10 detik untuk bisa melihat lagi dengan normal kedepan

Sepertinya cukup sekian pembahasan tentang danger prediction kali ini. Semoga dapat menjadi pembelajaran & menambah pengetahuan kita saat berkendara di jalan raya.

Keep health & Stay Clean

Tinggalkan Komen Disini...

%d bloggers like this: